Selasa, 3 Februari 2026
Diakses: 218 kali
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menyampaikan bahwa manusia hidup di dunia dengan dua unsur yang memiliki peran penting, yaitu jasmani dan rohani. Tubuh tanpa roh hanyalah mayat, sedangkan roh tidak dapat menjalani kehidupan dunia tanpa tubuh. Meski demikian, unsur yang paling utama adalah roh, karena tubuh hanyalah wadah.
Hal tersebut disampaikan dalam Kuliah Tasawuf ke-IX di Musala Riyadlus Sholihin, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (06/11/2025).
Beliau mencontohkan, hubungan antara roh dan tubuh mirip seperti air dan botol. Keduanya sama-sama penting, sebab tanpa botol, air tidak dapat dibawa ke tempat yang kita inginkan. Namun, yang paling berharga tetaplah airnya. Jika airnya habis, botolnya akan dibuang. Demikian pula jasmani dan rohani.
Menurut Kiai Zuhri, ketika seseorang meninggal dunia, kedua unsur itu akan berpisah, tubuh fisik akan hancur, sementara roh tetap hidup dan berpindah ke alam kubur, sebelum akhirnya menuju alam akhirat.
Walpuan kedua unsur tersebut sama-sama penting dan harus dijaga dengan baik. Namun, yang paling utama adalah menjaga kesehatan rohani, sebab esensi manusia terletak pada rohnya. Jika roh rusak atau berpenyakit, maka yang hancur bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat.
“Rusaknya hati itu sangat berbahaya, lebih berbahaya daripada rusaknya jasmani,” terang Kiai Zuhri.
Mengutip pendapat Al-Habib Abdullah bin Alwai Ai-Hadad dalam kitab “Adabu Sulukil Murid”, Kiai Zuhri mengatakan bahwa menjaga roh agar tetap baik berarti menjauhkannya dari perbuatan dosa dan segala hal yang dapat merusak hati.
“Sebab dosa akan merusak rohani kita, dan kerusakan rohani ini bahayanya tidak hanya terasa di dunia, tetapi juga di alam kubur dan alam akhirat,” dawuh beliau.
Karena itu, bagi seorang murid yang ingin menempuh jalan menuju Allah, menjaga hati adalah modal utama. Sebab hati yang rusak tidak akan selamat dari murka Allah dan tidak akan memperoleh rida-Nya, kecuali bagi mereka yang datang menghadap-Nya dengan hati yang selamat.
Dalam hadis Bukhari disebutkan, “Sesungguhnya dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging; jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.”
Namun, tambah Kiai Zuhri, yang dimaksud hati dalam hadis tersebut adalah qalbu rohani, bukan jantung sebagai organ fisik. Qalbu rohani inilah yang menjadi pusat sifat baik dan buruk manusia, sedangkan jantung hanya berfungsi sebagai organ biologis yang menjaga tubuh tetap hidup.
“Hati rohani yang selamat terhindar dari penyakit batin seperti dengki, kemunafikan, dan kufur,” jelas beliau.
Karena itu, selama kita masih diberi kesempatan hidup, kita harus berupaya memperbaiki kondisi rohani. Jangan sampai kita meninggalkan dunia dalam keadaan rohani yang sakit. Upaya menjaga kesehatan rohani dapat ditempuh melalui riyadhah, mujahadah, serta berbagai ibadah seperti puasa, zikir, dan amalan-amalan lainnya.
“Sekarang kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, karena roh kita masih berada dalam tubuh,” tegas Kiai Zuhri.(baim)
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
pomas@unuja.ac.id