Minggu, 19 April 2026
Diakses: 1 kali
Penguatan Soft Skill Santri di Era Digital melalui Kegiatan OSKAR
Kegiatan pembekalan bertajuk Soft Skill di Era Digital yang diselenggarakan oleh LP POMAS pada 19 April 2026 di Aula 2 (MANJ) menjadi salah satu sesi strategis dalam rangkaian Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) tingkat SLTA. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Andy Wijaya, M.Kom, yang memberikan wawasan komprehensif mengenai pentingnya penguatan soft skill dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas akhir tingkat SLTA dengan jumlah peserta yang disesuaikan dengan kapasitas aula. Pelaksanaan berlangsung secara tertib, interaktif, dan partisipatif. Para santri tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk memahami praktik pengembangan soft skill dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan akademik maupun sosial.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membekali santri dengan keterampilan non-teknis yang sangat dibutuhkan di era digital, seperti kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri bahwa keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan interpersonal dan intrapersonal yang kuat.
Dalam pemaparannya, Andy Wijaya, M.Kom menegaskan bahwa era digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, dan belajar. Oleh karena itu, santri dituntut untuk memiliki kemampuan yang adaptif dan fleksibel. “Di era digital, yang bertahan bukan hanya yang paling pintar secara akademik, tetapi yang mampu beradaptasi, berkomunikasi, dan terus belajar. Soft skill menjadi kunci utama untuk menghadapi perubahan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dengan bekal nilai-nilai disiplin dan karakter yang telah ditanamkan di pesantren. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat dengan keterampilan praktis agar mampu bersaing di dunia luar. Oleh karena itu, pembekalan soft skill menjadi bagian penting dalam proses transisi santri menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Santri menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap materi yang disampaikan, terutama terkait cara mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, serta strategi menghadapi tantangan di dunia digital.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian OSKAR yang dirancang untuk memberikan pembekalan menyeluruh kepada santri kelas akhir. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi santri untuk terus mengembangkan diri secara berkelanjutan. Dengan penguasaan soft skill yang baik, santri diharapkan dapat melangkah ke masa depan dengan lebih percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi berbagai peluang serta tantangan di era digital.
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
pomas@unuja.ac.id