Senin, 23 Februari 2026
Diakses: 10 kali
Kajian Kontemporer Remaja: Membangun Kesadaran Digital dan Karakter Generasi Muda
Probolinggo, 23 Februari 2026 — Universitas Nurul Jadid kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk Kajian Kontemporer Remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Darul Hikmah dan diikuti oleh puluhan siswa sebagai peserta utama.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Moh. Jasri, M.Kom, yang dikenal aktif dalam kajian teknologi informasi dan literasi digital. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada remaja mengenai tantangan era digital, membangun kesadaran kritis dalam penggunaan teknologi, serta memperkuat karakter agar mampu menghadapi perubahan zaman secara bijak.
Secara konseptual, kegiatan ini berangkat dari asumsi bahwa remaja saat ini hidup dalam ekosistem digital yang kompleks, di mana akses informasi sangat luas namun tidak selalu terfilter dengan baik. Hal ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga etis dan kritis. Tanpa pemahaman yang tepat, teknologi justru dapat menjadi sumber distraksi, bahkan risiko.
Dalam pemaparannya, Moh. Jasri menekankan bahwa penggunaan teknologi harus diiringi dengan kemampuan berpikir kritis dan kontrol diri. Ia mengajak peserta untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menyaring dan mengevaluasi setiap konten yang diterima.
“Remaja hari ini tidak bisa lepas dari teknologi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu digunakan. Jika tidak disertai dengan kesadaran dan kontrol diri, maka teknologi bisa menjadi sesuatu yang merugikan. Namun jika dimanfaatkan dengan bijak, justru bisa menjadi alat untuk berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya membangun identitas diri di tengah arus informasi yang begitu cepat. Menurutnya, remaja perlu memiliki prinsip dan nilai yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh tren negatif di media sosial. Dalam sesi diskusi, peserta terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari penggunaan media sosial yang sehat hingga cara menghindari kecanduan digital.
Dari sudut pandang implementasi, kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Peserta diajak untuk merefleksikan kebiasaan digital mereka sehari-hari dan mengidentifikasi pola penggunaan teknologi yang perlu diperbaiki. Pendekatan ini dinilai efektif karena mendorong kesadaran dari dalam, bukan sekadar instruksi eksternal.
Sebagai penutup, kegiatan Kajian Kontemporer Remaja menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal, tetapi juga melalui ruang-ruang dialog yang relevan dengan realitas kehidupan siswa. Di tengah derasnya arus digitalisasi, remaja dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan bijak dalam bertindak.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda mampu tumbuh sebagai individu yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan arah hidup yang jelas. Sebab pada akhirnya, masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi oleh seberapa bijak manusia dalam mengelolanya.
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
pomas@unuja.ac.id