Minggu, 27 September 2026
Diakses: 6 kali
Kegiatan tersebut diikuti oleh para mahasiswa santri universitas nurul najid sebagai peserta tes. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan penilaian dan bimbingan dari sejumlah ustaz yang memiliki peran sebagai penguji, yaitu Ust. Masbahuddin, Ust. Atoillah, Ust. Fahruddin, dan Ust. Muzayyin.
Tes membaca Al-Qur’an dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an, terutama dari aspek kelancaran, ketepatan pelafalan huruf, penerapan tajwid, serta kemampuan membaca sesuai dengan kaidah yang benar. Selain menjadi bentuk evaluasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi peserta untuk mengetahui bagian-bagian bacaan yang masih perlu diperbaiki.
Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung kehidupan keagamaan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya berorientasi pada hasil tes, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan agar mahasiswa semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kemampuan membaca.
Dalam kegiatan tersebut, para penguji memberikan perhatian terhadap bacaan setiap peserta. Peserta diberikan kesempatan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara langsung, kemudian mendapatkan evaluasi berdasarkan kemampuan masing-masing. Dengan metode tersebut, kekurangan dalam bacaan dapat diketahui secara lebih jelas sehingga peserta dapat melakukan perbaikan secara bertahap.
Salah satu narasumber, Ust. Masbahuddin, menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an membutuhkan ketekunan dan latihan yang dilakukan secara konsisten.
“Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dipelajari sekali. Perlu latihan yang terus-menerus, dibimbing, dan diperbaiki sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan tidak berhenti memperbaiki bacaan,” ujar Ust. Masbahuddin.
Kegiatan tes juga berlangsung sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Peserta diharapkan tidak melihat evaluasi sebagai sesuatu yang sekadar menentukan kemampuan, tetapi sebagai kesempatan untuk mengetahui perkembangan dan kekurangan masing-masing dalam membaca Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kemampuan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat dalam kegiatan akademik maupun keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Tes membaca Al-Qur’an tersebut menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Setiap ayat yang dibaca dengan benar merupakan bagian dari usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan semangat belajar, kesabaran, dan istiqamah dalam berlatih, diharapkan para mahasiswa mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik.
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
pomas@unuja.ac.id