Minggu, 30 Agustus 2026
Diakses: 3 kali
Probolinggo — Artificial Intelligence (AI) kini tidak lagi sebatas wacana tentang teknologi masa depan. Kehadirannya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan perlahan mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan berbagai persoalan. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar IT yang digelar di Aula Pertemuan 1 Kampus AMIK Taruna Probolinggo. Seminar menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang untuk membahas perkembangan teknologi dan masa depan sumber daya manusia di tengah percepatan transformasi digital. Hadir sebagai narasumber Gus Muhammad Hilman Mufidi, S.H., S.E., Anggota DPR RI Komisi X, Prof. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Abu Tholib, M.Kom., Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid (UNUJA), serta Mahfudz, S.Sos.I., M.I.Kom.
Dalam seminar tersebut, Dr. Abu Tholib mengangkat tema “Peran Artificial Intelligence (AI) untuk Menyelesaikan Masalah dalam Kehidupan Masyarakat dan Dunia Kerja.” Menurut Dr. Abu Tholib, perkembangan AI seharusnya tidak disikapi hanya dengan rasa khawatir, tetapi dengan kesiapan untuk memahami dan memanfaatkannya secara tepat.“AI bukan lagi teknologi masa depan. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan kita hari ini. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita akan menggunakan AI, tetapi apakah kita siap menggunakan AI secara cerdas, produktif, dan bertanggung jawab,” ujar Dr. Abu Tholib. Ia menjelaskan bahwa AI memiliki ruang penerapan yang sangat luas. Di bidang kesehatan, misalnya, teknologi AI dapat membantu menganalisis data pasien dan mengidentifikasi potensi risiko kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat juga telah menggunakan berbagai layanan yang memanfaatkan AI, mulai dari navigasi digital, asisten virtual, hingga sistem prediksi. Sementara di dunia bisnis, AI mampu memanfaatkan data untuk membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Sistem rekomendasi yang digunakan berbagai platform digital menjadi salah satu contoh bagaimana AI telah bekerja di belakang layar dan memberikan pengalaman yang semakin personal kepada pengguna.
AI dan Masa Depan Dunia Kerja
Namun, kemajuan teknologi juga membawa konsekuensi. Perubahan kebutuhan tenaga kerja, keamanan data, privasi, etika, serta potensi ketergantungan terhadap teknologi menjadi sejumlah tantangan yang perlu dipahami bersama. Dr. Abu Tholib menilai bahwa kunci menghadapi perubahan tersebut bukan dengan menolak AI, melainkan meningkatkan kualitas manusia yang menggunakannya. “Jangan sampai kita bersaing dengan AI dalam hal kecepatan. Manusia memiliki sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu kreativitas, nalar, empati, karakter, dan kemampuan mengambil keputusan. AI harus kita jadikan partner untuk memperkuat kemampuan tersebut,” tegasnya. Pandangan tersebut sejalan dengan materi seminar yang menempatkan AI sebagai teknologi yang berpotensi mengubah cara pendidik mengajar, mahasiswa belajar, dan manusia bekerja.Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan kemampuan baru, termasuk literasi teknologi, berpikir kritis, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kesiapan untuk terus belajar.
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
pomas@unuja.ac.id